Belum genap sebulan, aku sudah merasa bosan. Rutinitas yang itu-itu saja membuatku jemu dan tidak bersemangat. Setiap pagi sudah harus berangkat ke perusahaan (yang insya Allah nantinya akan besar. Amin).
Aku bersama seorang rekan (lebih dari sekedar rekan sebenarnya)sedang merintis sebuah usaha. kami punya visi yang sama, kelak akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Kami tidak ingin masuk dalam barisan pencari kerja yang mengandalkan ijazah. Barisan mayoritas di negeri ini. (Bagi yang merasa, jangan tersinggung ya. ini hanya ungkapan kata hati. mengapa negeri ini semakin terbelakang? karena kebanyakan masyarakatnya lebih suka berpangku tangan. berharap keajaiban. sedangkan potensi yang dimiliki jauh lebih besar dari yang terlihat. Tidakkah terfikir ingin membuat terobosan-terobosan baru? Ingin memberi? tidak hanya berkeluh kesah dan menyalahkan. Apa yang telah kita beri untuk negeri ini? seharusnya itu yang kita fikirkan sama-sama. belajar, sekolah, kuliah seharusnya bukan untuk mendapat ijazah atau mengambil gelar. jauh lebih banyak bisa diperoleh dari institusi pendidikan. tidak hanya sekedar selembar kertas yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah atau rektor dan dekan. tapi jauh lebih dalam lagi. seharusnya kita menggali ilmu yang sangat banyak di masa itu. menggali potensi yang tersimpan dalam diri kita masing-masing. mengasah berbagai keterampilan yang kelak akan dipergunakan. sehingga kemana pun dicampakkan, masih mampu bertahan. seperti mutiara. dimanapun berada akan tetap berkilau. begitu menurutku.)
untuk merealisasikan hal itu, alhamdulillah telah berdiri sebuah usaha. tidak terlalu muluk. mengingat saat ini merupakan zaman informasi, maka kami mendirikan sebuah warung internet yang dekat ke kampus. dengan ini, kami berniat membantu kebutuhan para mahasisiwa yang mencari beragam informasi yang bisa didapatkan dari berbagai situs yang ada di internet. kami menyediakan sarana tersebut.
suasana kampus yang masih sunyi (Karena perusahaan kami berdiri di saat mahasisiwa libur)membuat perusahaan kami masih belum terlalu ramai oleh pengunjung. keadaan ini, membuatku sedikit boring (Terkadang aku lupa bahwa aku manusia yang punya rasa jemu. uhf). mungkin Tuhan sedang melihat keseriusan kami, keteguhan hati kami, keistiqamahan kami dengan usaha yang baru ini sehingga Dia menciptakan kondisi ini di awal. berusaha untuk selalu berfikir positif, itulah yang kami lakukan. sebab dalam ajaran Islam (agama yang kami anut) disebutkan bahwa Allah Sang Pencipta akan mengikuti persangkaan hambaNya terhadapNya. berprasangka baik pada Tuhan Pencipta semesta alam.
kebosanan itu membuatku berfikir, "andai bisa lebih sibuk dari hari ini".
fikiran yang hanya terlintas sekilas itu, langsung terjawab besoknya. aku harus gantian jaga dengan salah seorang anggota (adikku yang ikut kupekerjakan agar dia segera lepas tanggungan dari orang tua) sementara rekanku harus merawat neneknya yang sedang sakit. tidak ada anggota keluarganya di kota kami tinggal, sehingga dia lah yang diharapkan dapat merawat neneknya.
hari itu merupakan hari yang sibuk bagiku. karena sejak buka di pagi harinya, telah datang beberapa orang yang mengunjungi warnet kami. tak selang beberapa lama, masuk gerombolan anak-anak yang sejak masuk telah mengacaukan susana. hehehe. maksudku, suara mereka yang sangat ribut dan celotehannya yang meramaikan suasana warnet kami. ada yang belum bisa mengoperasikan komputernya hingga harus diajari lebih dulu,ada program yang belum bisa mereka buka, hingga harus kutangani.
subhanallah, aku menyukai semua itu.
dan benarlah semua firmanNya. Dia Yang Maha Benar dan Maha Menepati Janji.
So, berprasangka baiklah selalu pada Tuhanmu.
Semoga hidupmu akan selalu diliputi kebahagiaan.
Amin.
i like
BalasHapuscahyoo bwt medan net
hal ini yang sulit, dimana kita harus berpikiran positif dalam kehidupan sehari-hari. kadang bisa namun kadang ada aja yang membuat kita harus berpikiran buruk tentang sebuah keadaan
BalasHapus